Beranda » Gadget » Harga Samsung Galaxy » Media Sosial Kini Bagai Pedang Bermata Dua

Media Sosial Kini Bagai Pedang Bermata Dua

Dilihat 396x | Tags Gadget, Harga Samsung Galaxy,

Media Sosial Kini Bagai Pedang Bermata Dua Agustus 2017

PERKEMBANGAN tehnologi info sudah melahirkan beragam type media sosial dari mulai Twitter, Facebook, Path, serta Instagram. Dengan beragam kekhasan semasing media sosial berkompetisi untuk menarik ketertarikan orang-orang supaya menggunakan aplikasi media sosial mereka. Makin lama orang-orang mulai tertarik untuk memakai media sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut psikolog Elizabeth Santosa, perubahan tehnologi terutama media sosial memanglah tak dapat dijauhi hingga orang-orang mesti jeli memakainya. Social media itu seperti pedang bermata dua, dapat beresiko positif serta negatif. Diluar itu, menurutnya, besarnya ketertarikan orang-orang pada media sosial adalah keniscayaan lantaran kita saat ini hidup pada masa digital. Karenanya, tak salah bila orang-orang pilih media sosial untuk lakukan hubungan lantaran lebih praktis serta efektif.

“Dahulu, orang masih tetap berhubungan jarak jauh lewat SMS serta telephone. Saat ini telah terdapat beberapa aplikasi media sosial yang lebih mutakhir serta bermacam, ” tuturnya. Tetapi, menurut Elizabeth, hadirnya media sosial bikin orang-orang seringkali berhubungan didunia maya daripada dunia riil.

Efeknya bikin orang-orang jadi kurang mengetahui serta mengerti orang lain lantaran tak berinterkasi dengan cara segera. “Ketika berkomunikasi, kita butuh pelajari content serta konteks. Content yaitu isi pesan yang dikerjakan dalam berkomunikasi, sedang konteks yaitu kesan dari komunikasi yang dikerjakan, ” tutur staf pengajar di Swiss Germany University, Serpong ini. Ketertarikan orang-orang yang besar pada media sosial mulai terlalu berlebih.

Orang-orang tiap-tiap detik, menit, serta jam senantiasa mem-postingberagam aktivitas mereka di media sosial serta berhubungan di dalamnya. Seperti mem-postingfoto di Instagram, menjawab pesan di Ask. fm atau sebatas memberitahukan dimana posisi dia saat ini di Path. Tingkah laku yang sekian bikin psikolog yang umum disapa Miss Lizzie ini memiliki pendapat bila orang-orang telah ketergantungan pada gadget, terutama media sosial.

Lelang Hape Samsung Galaxy Android Kitkat di Daerah Jakarta

”Ketergantungan pada media sosial tidaklah baik lantaran mengonsumsi jumlah kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, orang-orang mesti memiliki kendalikan diri dalam beraktivitas di media sosial, ” sebutnya. Fenomena yang menarik di media sosial yaitu selfie. Selfieatau self potrait menurut dia memanglah jadi trend. Tujuannya telah bukanlah hal yang aneh lagi saat ada orang yang mengabadikan satu peristiwa dengan ber-selfie.

Tetapi, menurut ibu tiga anak ini, jangan sempat meremehkan keselamatan saat lakukan selfie. Seperti lakukan selfiedi tempat yang beresiko seperti gedung-gedung tinggi maupun tempat wisata alam. “Boleh lakukan selfie, namun janganlah meremehkan keselamatan, ” paparnya. Ketergantungan pada gadgetdan media sosial yang terlalu berlebih dapat beresiko pada nomophobia (no phone mobile phobia) yang bermakna adalah masalah kesehatan saat seorang takut kehilangan gadgetmiliknya hingga dianya tak dapat terlepas dari gadget-nya, seperti senantiasa mengecek media sosial sehari-hari.

Permasalahan yang lain yaitu perihal konformitas yang bikin seorang sangatlah dipengaruhi pada lingkungannya. Menurut Elizabeth, konformitas dapat mengarah pada pertandingan antarpengguna media sosial. Umpamanya saat ada orang mem-postingdirinya tengah bertandang di restoran elegan di Path, jadi ada sebagian orang yang juga mem-postingdi restoran lain yang juga tak kalah elegan.

“Dari sini tampak bila ada pertandingan antarpengguna media sosial, ” tuturnya. Serta paling akhir dia berpesan mesti bijaksana saat memakai social media.


Harga Terbaru Lainnya